Categories
Wisata Jogja

Sejuknya Alamanda Jogja Flower Garden

Alamanda Jogja Flower Garden adalah tempat wisata Jogja terbaru dengan spot selfie yang cantik, mulai dari bunga hingga balon udara yang terdapat di tengah taman.

Berwisata ke Alamanda adalah alternatif wisata yang tepat untuk melepas penat sementara waktu dan juga tempat yang ideal untuk kamu mengajak keluarga rekreasi bersama.

Belakangan ini Jogja selalu menghadirkan obyek wisata baru kekinian, sebut wisata Alamanda Jogja Flower Garden yang berlokasi di kawasan Sleman. Wisata ini menjadi buruan bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya sebagai tempat berlibur yang nyaman. Apa saja yang tersaji di sana?

Sleman terkenal dengan kawasan gunung Merapinya. Dan ada banyak sekali wisata di Sleman yang memanfaatkan panorama gunung Merapi sebagai latar belakang yang epic, misalnya saja seperti: Bukit Klangon Merapi. Nah, kalau Alamanda Jogja Flower Garden Sleman ini konsepnya berbeda sob. Wisata baru ini menawarkan keindahan taman bunga dan juga lengkap dengan aneka spot foto keren.

Jarang loh di Sleman ada wisata taman bunga. Ini bisa menjadi kesempatan asyik buat kamu yang hobi dengan bunga. Untuk para bunda untuk berselfie di taman bunga juga pasti cocok banget. Pada hari libur tempat wisata ini dipadati para pengunjung loh. Bila kamu belum pernah datang ke sana, maka sekarang giliranmu sob untuk menikmati liburan di sana.

Tersedia beragam bunga warna-warni di wisata Alamanda Flower Garden ini. Taman bunga ini menjadi spot foto yang instagenic dan favorit banget bagi para pengunjung yang datang. Selain taman bunga, spot foto keren lainnya diantaranya seperti: spot balon udara, tempat duduk kekinian, kincir angin Belanda, frame love, rumah hobbit, panorama danau, dan lain sebagainya.

Alamat: Jl. Tempel – Turi, Ngentak, Bangun Kerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55551
Jam buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
Retribusi: 15,000 IDR/ orang

Categories
Wisata Jogja

Menikmati halaman ala desa Jogja di Taman Bunga Puri Mataram

Tempat wisata baru di Jogja ini menawarkan wahana permainan segala umur yang bisa kamu nikmati secara singkat. Kamu pasti akan terkesan dengan keindahan taman khas pekarangan Jawa ini.

Taman Bunga Puri Mataram baru dibuka pada 2018. Disini terdapat berbagai wahana sederhana ala pedesaan seperti taman kelinci, sepeda di tengah danau kecil, terapi ikan, hingga pasar ndelik. Semua ditata dengan kearifan warga desa di Yogyakarta pada umumnya. Tamannya juga ditata untuk memanjakan pengunjung yang gemar swafoto. mulai dari bunga yang berwarna-warni hingga rangkaian aksesoris taman seperti becak dan Tugu Yogyakarta.

Bicara soal tempat wisata di Yogyakarta seperti tidak ada habisnya. Bahkan sekarang ada satu destinasi baru yang mengusung konsep budaya Kerajaan Mataram.

Di tempat wisata yang bernama Puri Mataram ini, pengunjung dapat merasakan nuansa tradisional yang kental akan nilai budaya di tengah-tengah hiruk pikuk Kabupaten Sleman.

Puri Mataram sendiri berjarak sekitar 8 KM dari pusat Kota Yogya, untuk mencapai tempat tersebut pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat ke utara, tepatnya ke arah Jalan Magelang.

Sesampainya di simpang empat Lapangan Denggung, pengunjung harap berbelok ke kiri menuju Jalan KRT Pringgodiningrat. Setelah menyusuri jalan tersebut, pengunjung nantinya melewati Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman.

Hanya berjarak benerapa meter akan tampak simpang tiga. Tepat di selatan simpang tiga itulah terpampang jalan masuk menuju Puri Mataram.

Sampai di Puri Mataram, detikTravel disambut sebuah bangunan adat Jawa dan disusul sebuah embung lengkap dengan permainan becak air dengan warna beraneka ragam. Berjalan lebih jauh, detikTravel disuguhi pemandangan sawah yang berada di Puri Mataram.

Bangunan Jawa lengkap dengan embung dan bebek-bebekan (Pradito/detikTravel)Bangunan Jawa lengkap dengan embung dan bebek-bebekan (Pradito/detikTravel)
Tampak pula sebuah jembatan dari bahan bambu yang cukup panjang dan membelah persawahan tersebut. Selain itu, ketika melintasi jembatan itu, mata pengunjung akan dimanjakan oleh taman bunga yang terdapat bunga dengan aneka warna dan cocok untuk berswafoto ria.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tridadi Makmur, Raden Agus Cholik mengatakan, Puri Mataram dibentuk warga Drono setelah melihat banyaknya tempat wisata yang berada di sekitar Tridadi. Selain itu, mengingat adanya dana Desa didukung keberadaan lahan yang berpotensi dijadikan tempat wisata, warga kemudian menyulapnya sebagai tempat wisata.

“Puri Mataram dibangun karena di sebelah kan ada eksotarium dan Kampung Flory, karena itulah kepikiran untuk membuat destinasi wisata di sini (Tridadi) dengan konsep yang berbeda,” katanya saat ditemui detikTravel di Puri Mataram, Jumat (30/11/2018).

“Puri Mataram ini didirikan oleh Desa melalui BUMDes Tridadi Makmur tahun 2017 dan mulai dibangun awal tahun 2018. Jadi belum ada setahun umurnya itu dan soft launching baru tiga bulan yang lalu,” imbuhnya.

Ada jembatan bambu cantik di tengah sawah (Pradito/detikTravel)Ada jembatan bambu cantik di tengah sawah (Pradito/detikTravel)
Dikatakan Cholik, bahwa selain memanfaatkan dana Desa, pembangunan Puri Mataram berasal dari dana Pemerintah Provinsi DIY dan sumbangan masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembangunan Puri Mataram betul-betuk kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat.

“Dana yang dibutuhkan, karena tanahnya 4,5 hektar dan sewa desa, kita butuh dana Rp 3,5 miliar. Tapi tetap 51 persen dari Desa, lainnya dari urunan masyarakat,” katanya.

Konsep yang berbeda pun dipilih agar dengan tempat wisata di Tridadi tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan ke depannya malah dapat bekerjasama dengan tempat wisata lain.

Setelah dimusyawarahkan, muncullah konsep tempat wisata keluarga berbasis kebudayaan Kerajaan Mataram. Selain itu, dengan konsep tersebut dapat mengedukasi pengunjung yang datang.

“Puri itu filosofinya tempat indah yang di dalamnya itu ada taman, ada air, ada ayunan untuk bermain serta ada tempat tinggal yang nyaman. Sedangkan Mataram itu dari kerajaan Mataram tempo dulu, sesuai dengan bangunannya yaitu pendopo dan limasan. Karena itu namanya Puri Mataram,” ujarnya

Kalau mau jajan harus tukar uang dulu (Pradito/detikTravel) Kalau mau jajan harus tukar uang dulu (Pradito/detikTravel)
“Karena mengusung konsep itu, maka kami tonjolkan suasana Mataram tempo mulai dari bangunan, makanan yang dijual sampai alat transaksi khusus di hari-hari tertentu,” imbuhnya.

Diungkapkannya, alat transaksi yang dimaksudkan adalah untuk transaksi pembayaran, dan itu hanya berlaku saat diadakan Pasar Ndelik. Di mana Pasar Ndelik sendiri hanya digelar setiap hari Minggu dan hari libur nasional. Sedangkan di hari biasa, pengunjung dapat mengunjungi Resto yang menyuguhkan aneka makanan khas dan tradisional.

“Kalau hari Minggu ada Pasar Ndelik yang menyajikan makanan khas Kerajaan Mataram tempo dulu seperti cenil dan minuman tradisional seperti dawet. Kenapa namanya Pasar Ndelik? Karena di pinggir-pinggir ditanami pohon dan kalau sudah besar menutupi Pasar dan seperti sedang ndelik (Bersembunyi),” ujarnya.

“Untuk jajan makanan dan minuman di Pasar Ndelik harus pakai uang pandel dari bahan kayu. Jadi uang tunai nanti ditukar uang pandel itu dan disesuaikan nominalnya berapa,” lanjutnya.

Nominal tukar uang pandel (Pradito/detikTravel)Nominal tukar uang pandel (Pradito/detikTravel)
Lebih lanjut, saat ini di Puri Mataram baru tersedia 3 wahana wisata, namun akhir tahun ini pihaknya berencana menambah dua wahana baru. Bahkan tahun depan Puri Mataram berencana menambah lagi wahananya.

“Untuk wahananya saat ini ada becak air, lalu ada Taman Kelinci dan Taman Bunga, tapi bulan Desember akan ditambah dua wahana lagi yaitu Taman Kitiran dan wahana tangkap ikan. Jadi target tahun ini 5 wahana dan tahun depan targetnya 10 wahana,” ujarnya.

“Kalau jam buka dari jam 8 pagi sampai dam 6 sore, kalau restonya rencana akan diperpanjang waktunya sampai jam 9 malam. Untuk masuknya free, tapi kalau masuk tiap wahana dikenai biaya Rp10 ribu dan sudah termasuk sama anaknya kalau bawa anak,” imbuhnya.

Ada banyak jajanan di Pasar Ndelik (Pradito/detikTravel)Ada banyak jajanan di Pasar Ndelik (Pradito/detikTravel)
Ditambahkan Cholil, dengan keberadaan Puri Mataram diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di DIY dan benar-benar menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati oleh masyatakat luas.

Sementara itu, salah seorang pedagang yakni Sumarni (58), warga Plaosan, Tlogoadi, Sleman mengatakan, bahwa ia hanya menjajakan dagangan saat hari Minggu dan hari libur nasional. Menurutnya, dengan adanya Puri Mataram sangat membantu masyarakat sekitar menggerakkan roda perekonomian Desa.

“Kalau hari Minggu itu ramai, di sini masyarakat diajak untuk terlibat dan yang jelas sangat bermanfaat,” pungkasnya

Alamat: Drono, Tridadi, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55511
Jam buka: Setiap hari, 08.00-19.00 WIB
Retribusi: Tiap wahana dikenakan biaya 10,000 IDR s/d 30,000 IDR per orang

Categories
Wisata Jogja

Heha SkyView tempat nongkrong asyik sambil selfie sepuasnya

Heha SkyView merupakan area selfie serta cafe & resto yang menawarkan spot selfie yang indah. Setiap sudut Heha SkyView didekorasi dengan menarik agar pengunjung puas berfoto, mulai dari ruang makan indoor, balkon, kolam, hingga tangga sekalipun. Spot wisata Jogja terbaru ini juga menyuguhkan city view Jogja dan sekitarnya dari ketinggian bukit.

Heha SkyView memiliki restoran sendiri yang bisa kamu kunjungi di ruang indoor, tetapi disini ada pula kios-kios UMKM yang menawarkan menu camilan dan minuman segar yang bisa kamu nikmati di ruang outdoor. Di sini kamu bisa memesan makanan seperti salad, sate taichan, milk tea, french fries, pasta, hingga salad.

Heha Sky View ini sebenarnya merupakan tempat makan atau resto modern tiga lantai yang memang mengusung konsep swafoto dengan landscape alam dan taman. Jadi, bagi para pecandu swafoto, alam dan kuliner, HeHa Sky View bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang tepat.
Heha Sky View ini sebenarnya merupakan tempat makan atau resto modern tiga lantai yang memang mengusung konsep swafoto dengan landscape alam dan taman
Heha Sky View Jogja. Image via: indozone.id

Unsur “HeHa” pada naman objek wisata Heha Sky View Jogja, bukan mengacu pada tertawa. Namun ini adalah gabungan dari nama depan dua ownernya yaitu Herry dan Handoyo. Sedangkan nama “Sky View” karena tempat ini tempat ini berada di kawasan bebukitan dengan pemandangan alam menawan yang sungguh memanjakan mata.

Lokasi ini menawarkan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata. Di Heha Sky View Jogja, pengunjung bisa menikmati pemandangan kota jogja dari sudut lain. Juga gagahnya gunung merapi serta eloknya pemandangan sunset yang memanjakan mata.

Saat malam hari, tempat ini akan bertransformasi menjadi tempat romantis nan syadu dengan pemandangan lampu-lampu kota yang bak lautan kunang-kunang. Tempat ini benar-benar rekomended untuk dikunjungi bersama yang terkasih.

Ada tiga spot foto disini, yaitu: teras kaca, sky bridge, dan kolam.
Malam di Heha Sky View Jogja bagai memandang kota dari atas langit
Malam di atas langit. Image via: wisatalengkap.com

Simak juga: wisata Yogyakarta
Lokasi Heha Sky View Jogja

HeHa Sky View ini lokasinya tidak jauh dari Bukit Bintang. Lokasi tepatnya di Jalan Dligo Patuk No. 2, Desa Patuk, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta.

Jarak dari pusat kota Jogja hanya sekitar 18 Km.
Rute Menuju Heha Sky View Jogja

Perjalanan menuju Heha Sky View Patuk dari Titik 0 Yogyakarta Melalui Jl. Kusumanegara – Jl. Gedongkuning – Jl. Wonosari – Bukit Bintang – Jl. Dlingo Patuk – Heha Sky View.

Jarak dari Pusat Kota Yogyakarta ke Heha Sky View sekitar 18,6 KM. Dengan waktu tempuh normal kendaraan roda dua sekitar 45 Menit. Tempat ini berada di kawasan bukit, maka tentu banyak jalan berkelok. Jadi diperlukan kehati-hatian dan konsentrasi penuh dalam mengemudi.
Jam Buka Heha Sky View Jogja

Jam operasional Heha Sky View Jogja mulai pukul 10.00 sampai pada pukul 23.00.
bersama kawan di Heha Sky View Jogja tersa seru karena indahknya lokasi ini
Sama kawan. Image via: tribunnews.com
Tiket Heha Sky View Jogja

Untuk bisa memasuki lokasi wisata Heha Sky View Jogja , pengunjung dikenai biaya sebesar Rp 10.000, yang berlaku mulai pukul 10.00 -16.30. Sedangkan untuk kunjungan mulai pukul 16.30 sampai 23.00 dikenakan tiket sebesar Rp 15.000.

Bila ingin berfoto di teras kaca, maka membayar lagi biaya sebesar Rp 30.000. Ada juga biaya jasa foto sebesar Rp 5.000 bila ingin mendapatkan hasil foto yang bagus.
Fasilitas Heha Sky View Jogja

Konsep awal Heha Sky View Jogja ialah cafe dan resto, jadi tentunya tak lepas dari aneka makanan lezat yang bisa dinikmati di sana. Tentu dengan harga yang sudah ditentukan.

Sedangkan untuk fasilitas pendukung wisata, pengelola menyediakan fasilitas yang juga cukup lengkap di HeHa Sky View berikut ini. Ada tersedia fasilitas, seperti: Food court, Aneka spot foto selfie, Meeting room, Tempat parkir, Musholla, Kamar mandi, toilet, dan Gazebo serta taman. Juga ada Souvenir shop.
Daya Tarik Heha Sky View Jogja

Spot foto selfie

Beranda Kaca merupakan Spot Foto faforit Heha Sky View Jogja.
Spot Foto faforit. Image via: dolanyok.com

Simak juga: Bukit Jamur Ciwidey

Mereka yang hobi berphoto selfie, biasanya akan berlomba untuk menjadi orang pertama bisa menikmati, membagikan pengalaman wisata, menyebarkan keindahan tersebut melalui sosial media sehingga bisa menjadi trends dan hits.

Di Heha Sky View Jogja banyak sekali spot untuk berfoto selfie salah satunya yang diburu pengunjung adalah Sky Glass. Kalian bisa berfoto dengan background pemandangan alam yang sangat indah dan memanjakan mata.

Banyak sekali spot foto selfie yang ditawarkan di sini. Salah satu yang paling diburu pengunjung adalah Sky Glass. Pengunjung bisa berfoto dengan background pemandangan alam yang sangat indah. Sekaligus menikmati sensasi menegangkan dari efek melayang dirasakan di Sky Glass ini.

Selain teras kaca ada juga Panjat Tebing, Balon Udara, dan juga Sky Bridge.

Pemandangan Ketinggian

Selfie berlatar langit di Heha Sky View Jogja
Sky Glass Berlatar langit. Image via: wisatakaka.com

Area masuk menuju resto dihubungkan Sky Bridge. Kawasan inilah yang kerap jadi favorit para pengunjung. Dari sini Teman Traveler bisa melihat panorama Jogja dari ketinggian. Biasanya pengunjung banyak menghabiskan waktu untuk berfoto-foto di sini. Latar landscape hijau yang disuguhkan tampak begitu indah dan sayang dilewatkan begitu saja.

Pada saat cuaca cerah, Heha Sky View Jogja sejak sore hari dipadati pengunjung yang kebanyakan muda-mudi. Biasanya mereka ini baru pulang dari jalan-jalan di objek pantai-pantai Gunungkidul atau memang hanya mengkhususkan untuk datang keloaksi ini.

Dari tempat peristirahatan ini, pengunjung bisa menikmati landskap Gunung Merapi Merbabu. Saat cuaca benar benar cerah tanpa awan, pengunjung akan memperoleh keberuntungan berupa menikmati sunset yang indah dengan warna langit yang keemasan.

Saat langit telah gelap dan angin laut selatan makin kencang, tiba saatnya untuk beralih menikmati secangkir teh atau kopi jahe guna menghangatkan diri.

Pemandangan tak kalah keren bakal tersaji begitu hari berganti malam. Dari kejauhan bakal terlihat kerlap-kerlip lampu kota. Spot terbaik untuk menikmatinya adalah di Sky Bridge. Jangan lupa untuk mengabadikan momen di sini.

Diner Romantis

restoran 2 lantai Heha Sky View Jogja yang merupakan lokas utama objek ini
Restorant 2 lantai. Image via: https://www.indozone.id/travel/mnsyNz/potret-restoran-heha-skyview-di-jogja-yang-instagenic-banget

Simak juga: Barusen Hills Ciwidey

Jalan-jalan di sini tak perlu khawatir perut bakal lapar. Heha Resto siap memanjakan lidah pengunjung. Tempat makan dua lantai ini terdiri dari ruangan AC dan non-AC. Menu makanannya sendiri cukup beragam.

Pengunjung bisa pilih beberapa sajian ala Asia maupun western. Mulai dari nasi goreng, tom yum, bulgogi, pasta, pizza, hingga steak semuanya lengkap tersedia. Sementara untuk minumannya, tersedia aneka wedang tradisional, mojito, cokelat, serta aneka jus.

Jika ingin bersantai sambil nikmati indahnya panorama Jogja di ketinggian, langsung saja mampir ke kafe di area rooftop. Dengan suguhan pemandangan alam mempesona, pengalaman bersantap di sini jadi terasa makin mewah.

Selain bersantap di resto, pengunjung juga bisa berburu aneka jajanan murah di area food stalls. Pilihannya cukup beragam, mulai dari bakso, kebab, jagung bakar, sate taichan, makaroni, dan sederet minuman segar.

Area food stalls bisa Teman Traveler temukan di kawasan paling bawah Heha Sky View. Di sini tersedia banyak meja dan kursi untuk kalian bersantap.

Satu hal yang istimewa dari Bukit Bintang Jogja adalah kesempatan untuk menyelenggarakan dinner romatis bersama orang terkasih. Dengan ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, ini setara dengan diner romantis di hotel lantai 35 dengan latar landscape malam kota Jogja.

Menikmati Sunset

sunset dari ketinggian Heha Sky View Jogja
Sunset. Image via: jadwaltravel.com

Jika ingin lebih santai, pengunjung bisa rebahkan diri di bean bag. Corak warna-warninya akan langsung menyambut kalian di sekitar kawasan spot balon udara. Sambil berbaring santai, kalian bisa menanti senja dan menikmati suasana yang begitu syahdu.

Beruntunglah jika pengunjung datang saat langit cerah. Pasalnya pemandangan sunset di sini bakal terlihat makin sempurna. Buat yang datang beramai-ramai, tempat ini bakal cocok untuk ngobrol santai. Atmosfernya benar-benar chill abis, dengan latar pemandangan yang luar biasa indah.

Bagi pengunjung kalian para penikmat sunset di sinilah tempat yang paling cocok untuk berburu sunset. Pengunjung bisa melihat pemandangan sunset dengan begitu jelas.
jalan di ketinggian lantai 2 restoran Heha Sky View Jogja
Sky View. Image via: wisataoke.com

SImak juga: Bird and Bromelia Pavilion
Tips Mengunjungi Heha Sky View Jogja

Bagi pengunjung yang ingin menikmati pesona tempat ini secara maksimal, sebaiknya datang antara Senin hingga Kamis. Memasuki weekend, tempat ini biasanya bakal sesak dipadati pengunjung.

Menjelang malam, hembusan angin di sini cukup kencang dan udaranya bisa sangat dingin. Jadi jika sedang berada di area bean bag, Sky Bridge, atau resto, sebaiknya sewa selimut dengan biaya sekitar Rp15.000.

Jika tak ingin menyewa, bisa bawa jaket tebal atau selimut sendiri. Jangan lupa membawa kamera mumpuni dan sediakan ruang memori besar karena pasti kalian bakal gatal ingin mengambil banyak foto di sini.
Taman nan indah menghasi berbagai bagian dari Heha Sky View Jogja
Taman nan indah. Image via: wisatakaka.com
Objek Wisata Dekat Heha Sky View Jogja

Tidak jauh dari Heha Sky View Jogja dalam jarak 1.3 km terdapat objek sejenis lain Bukit Bintang Jogja. Bukit yang aslinya bernama Hargo Dumilah, memiliki reputasi sebagai lokasi menikmati romantisme. Suasana senja dengan memandang ke arah Barat Kota, laksana memandang langit yang penuh bintang gemerlap. Padahal sesungguhnya kita sedang memandang landscape kota Jogja dengan gemerlap lampu lampunya.

Sedikit lebih jauh, dalam jarak 2.5 km terdapat Mangol Kencana Viewing Post. Gardu Pandang Mangol Kencana salah satu wisata di Jogja yang rekomended untuk dikunjungi untuk penggemar fotografi. Saat sore hari, kawasan ini bak negeri dongeng dengan sinar emas khas nunansa senja di film-film Disney.

Ayo siapkan segala perlengkapan yang diperlukan, dan langkahkan kaki ke Heha Sky View Jogja. Jangan sampai terlewat dari sekian banyaknya kumpulan objek wisata Jogja yang ada.

Alamat: Jl. Dlingo-Patuk No.2, RT.001/RW.001 Desa, Patuk, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55862
Jam buka: Jumat s/d Minggu pukul 10.00-00.00 WIB; Senin-Kamis pukul 11.00-23.00 WIB
Retribusi: untuk berfoto mulai dari 15,000 IDR
Harga menu: Mulai dari 20,000 IDR